Versi Inggris
| Pukul : 11:36:51 PM
   PROFILE INSTITUSI home back


STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PENATAAN RUANG
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM


Klik untuk per besar
Downloa file PDF  

 


SEJARAH DIREKTORAT JENDERAL PENATAAN RUANG
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM


» Sambutan Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah
» Kata Pengantar Diirektur Jenderal Penataan Ruang
» Pengantar Redaksi
» Daftar Isi
 

Bagian Pertama

KERANGKA DASAR PERKEMBANGAN PENATAAN RUANG INDONESIA

Bab I. Pendahuluan
 

Bagian Kedua

PERKEMBANGAN PENATAAN RUANG SEBELUM TAHUN 1950

Bab II. Keadaan Pra-1950
Bab 2.1 Awal Penataan Ruang di Indonesia
Bab 2.2 Tata Ruang di Indonesia Pra 1950
 

Bagian Ketiga

PERKEMBANGAN PENATAAN RUANG PASCA TAHUN 1950

Bab III. Pendidikan dan Pelatihan Penataan Ruang
Bab 3.1 Pembangunan Pendidikan Tinggi Penataan Ruang Pertama di Indonesia (1953 – 1959)
Bab 3.2 Dari Masa Lalu Lampau ke Masa Dini Depan
Bab 3.3 Perkembangan Pendidikan Perencanaan di Perguruan Tinggi Swasta dan Lahirnya Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia
Bab 3.4 Diklat Fungsional Bidang Penataan Ruang
Bab 3.5 Perempuan dalam Pendidikan dan Pekerjaan Penataan Ruang
 
Bab IV. Kelembagaan
Bab 4.1 Lembaga Tata Ruang Pertama di Indonesia
Bab 4.2 Kelembagaan Tata Ruang di Lingkungan Departemen Pekerjaan Umum sampai Departemen Kimpraswil
Bab 4.3 Kelembagaan Penataan Ruang di Kementerian Lingkungan Hidup
Bab 4.4 Kelembagaan Penataan Ruang di Lingkungan Departemen Dalam Negeri
Bab 4.5 Peranan Bappenas dalam Penataan Ruang
Bab 4.6 Sekilas Perkembangan Konsultan dalam Penataan Ruang
Bab 4.7 Perkembangan Kelembagaan Pertanahan / Agraria dan Keterkaitannya dengan Penataan Ruang
 
Bab V. Peraturan Perundangan
Bab 5.1 Dari RUU Bina Kota ke UU Penataan Ruang
Bab 5.2 Aspek Pengaturan Penataan Ruang dalam Undang-undang Otonomi Daerah
Bab 5.3 Makna Penggunaan Tanah menurut UU No.5 tahun 1960 : Kaitannya dengan Perkembangan Penataan Ruang
 
Bab VI. Penataan Ruang dan Pembangunan Kota
Bab 6.1 Tata Ruang Perkotaan dengan Pendekatan
Bab 6.2 Implikasi dan Prospek Pembangunan Perkotaan dengan Pendekatan Ruang
Bab 6.3 Perumahan dan Penataan Ruang
Bab 6.4 Strategi Nasional Pengembangan Perkotaan
Bab 6.5 Perkembangan Dimensi Sumber Daya Air dalam Penataan Ruang Kota
Bab 6.6 Jabotabek dan Turunannya Sepanjang Sejarah
Bab 6.7 Pembangunan Kota Baru
 
Bab VII. Penataan Ruang dan Pembangunan Wilayah
Bab 7.1 Penataan Ruang dan Pengembangan Wilayah
Bab 7.2 Pendekatan Perencanaan Pengembangan Wilayah di Indonesia
Bab 7.3.1. Sistem Angkutan Negara Kepulauan Nusantara (Hal 1-2)
Bab 7.3.2. Sistem Angkutan Negara Kepulauan Nusantara - Angkutan Jalan, Rel,Sungai Danau dan Penyeberangan (Hal 4-22)
Bab 7.3.3. Sistem Angkutan Negara Kepulauan Nusantara - Perkembangan Ruang Wilayah (Hal 29-31)
Bab 7.3.4. Sistem Angkutan Negara Kepulauan Nusantara - Gambar 9. Jaringan Angkutan Darat
Bab 7.3.5. Sistem Angkutan Negara Kepulauan Nusantara - Gambar 11.Jaringan Angkutan Laut Nasional
Bab 7.3.6. Sistem Angkutan Negara Kepulauan Nusantara - Gambar 12 dari Hal 24)
Bab 7.3.7. Sistem Angkutan Negara Kepulauan Nusantara - Gambar 13.Jaringan Angkutan Udara Nasional
Bab 7.3.8. Sistem Angkutan Negara Kepulauan Nusantara - Gambar 14.  dari Hal 28)
Bab 7.4 Tata Ruang Wilayah Sungai
Bab 7.5 Globalisasi dan Tata Ruang Wilayah dan Kota: Dari Era Boom Ekonomi ke Otonomi Daerah dan Desentralisasi Fiskal
Bab 7.6 Penanganan Khusus Tata Ruang Kawasan Jabopunjur
Bab 7.7 Tata Ruang Pariwisata Indonesia
 
Bab. VIII Pekembangan Penataan Ruang Daerah
Bab 8.1 Retrospek dan Prospek Tata Ruang Sulawesi Selatan
Bab 8.2 Perkembangan Penataan Ruang di Sumatera Utara
Bab 8.3 Tata Ruang di Propinsi Bali
Bab 8.4 Tata Ruang Kabupaten Cianjur
Bab 8.5 Tata Ruang Kabupaten Malang
Bab 8.6 Tata Ruang di Kalimantan Tengah dan Palangkaraya
Bab 8.6 Gambar 26-32
 
Bab. IX. Perkembangan Asosiasi Profesi
Bab 9.1 Ikatan Ahli Perencanaan
Bab 9.2 Organisasi Internasional di Bidang Perencanaan
 
Bab. X. Teori dan Praktek Penataan Ruang
Bab 10.1 Tata Ruang sebagai Ilmu Interdisiplin: Implikasi dan Perkembangannya
Bab 10.2 Teori Ekistics dan Penataan Ruang di Indonesia
Bab 10.3 Peranan Geografi dalam Penataan Ruang di Indonesia
Bab 10.4 Ekonomi dan Peranannya dalam Tata Ruang
Bab 10.5 Sumbangan Pikiran Tiga Praktisi tentang Tata Ruang Indonesia
Bab 10.6 Peran Teknik Sipil dalam Penataan Ruang
Bab 10.7 Kamus Tata Ruang
 
Bab. XI. Catatan Penutup
Catatan Penutupan

 


VISI DAN MISI DIREKTORAT JENDERAL PENATAAN RUANG
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM



Visi Direktorat Jenderal Penataan Ruang

" Terwujudnya sinergi pembangunan wilayah yang berkelanjutan berbasis Penataan Ruang "




Misi Direktorat Jenderal Penataan Ruang


 


TUGAS DAN FUNGSI DIREKTORAT JENDERAL PENATAAN RUANG
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM


 

Tugas Pokok :

Direktorat Jenderal Penataan Ruang mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penataan ruang sesuai peraturan perundang-undangan.


Fungsi :

1. Perumusan kebijakan di bidang penataan ruang sesuai dengan perundang-undangan;
2.
Pelaksanaan kebijakan di bidang penataan ruang sesuai dengan perundang-undangan yang meliputi perwujudan tata ruang nasional, penyiapan rencana terpadu pengembangan infrastruktur jangka menengah, penyelenggaraan penataan ruang wilayah nasional, pulau, dan kawasan strategis nasional, serta penyiapan dukungan pelaksanaan koordinasi penataan ruang secara nasional;
3. Penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang penataan ruang sesuai dengan perundang-undangan;
4. Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penataan ruang; dan
5. Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal.




 

Silahkan download lengkap dalam format PDF

 


KEBIJAKAN DAN STRATEGI
BIDANG PENATAAN RUANG 2010 - 2014



Jakstra

1.
Mempercepat penyelesaian peraturan perundang-undangan, standar, pedoman dan manual PR, dan meningkatkan efektifitas penerapannya di daerah;
2.
Mengefektifkan pembinaan dan pengawasan teknis dalam pelaksanaan penataan ruang, termasuk dengan meningkatkan kualitas penyelenggaraan penataan ruang oleh Pemerintah Daerah sesuai kewenangan berdasarkan PP No.38/2007;
3.
Meningkatkan kualitas pelaksanaan penataan ruang strategis nasional, yang mendorong keterpaduan pembangunan infrastruktur wilayah dan implementasi program pembangunan daerah, dan program pengembangan wilayah/kawasan.





Strategi

1. Mengembangkan prakarsa dan peran, serta meningkatkan rasa memiliki (ownership) seluruh pemangku kepentingan dalam percepatan penyelesaian produk pengaturan;
2. Mengembangkan kapasitas kelembagaan (O/S/TL) pusat dan daerah serta sinergi dalam pelaksanaan pembinaan dan pengawasan teknis pelaksanaan penataan ruang;
3. Mendapatkan komitmen berbagai pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, dalam pelaksanaan UU No.26/2007 tentang Penataan Ruang;
4. Mengembangkan rencana terpadu pengembangan wilayah di berbagai aras spasialnya, dengan penjurunya pembangunan infrastruktur PU dan pembangunan daerah;

 


2 Pebruari 2012 | Nasional
Pedoman Penyediaan Ruang Evakuasi Bencana Telah Dikonsensuskan di Padang
Kata 'aman' yang menjadi salah satu tujuan penataan ruang dalam Undang-undang No. 26/2007 tentang penataan ruang adalah alasan utama pentingnya penyediaan ruang evakuasi bencana untuk tercantum dalam [...]

2 Pebruari 2012 | Nasional
Pedoman Penyediaan Ruang Evakuasi Bencana Telah Dikonsensuskan di Padang

2 Pebruari 2012 | Nasional
Pemerintah Susun Arahan Peraturan Zonasi Nasional

2 Pebruari 2012 | Nasional
Perpres RTR Pulau dan KSN Jadi Acuan Spasial Penyesuaian RKP 2013

1 Pebruari 2012 | Wilayah II
PKPD PU Bidang Penataan Ruang Tingkatkan Kualitas Penataan Ruang Daerah

1 Pebruari 2012 | Program
Penataan Ruang Dukung Capaian MDGs Tahun 2015

 

Copyright © Direktorat Jenderal Penataan Ruang - Departermen Pekerjaan Umum.
Gedung Ditjen SDA & Ditjen Penataan Ruang Lt.3 Jl. Pattimura No. 20 Keb. Baru Jakarta Selatan 12110, Telepon/Fax : 021-7231611. All rights reserved. v4.0 # 2004 - 2011