Pengumuman
 Penjaringan Prakarsa Pengembangan Kawasan Perdesaan Berkelanjutan                         Anda PEDULI TATA RUANG ? AYOOO... Laporkan bila terjadi Pelanggaran Penataan Ruang, Hubungi : Sekretariat PPNS Penataan Ruang di 021-72784660                         Download Cover Kegiatan 2013                        
SARAN DAN PENGADUAN
LAYANAN INFORMASI PUBLIK
BUKU TAMU

  BERITA PENATAAN RUANG
Home
 


 18 April 2012 | Nasional

Telapak Ekologis Indonesia Perlu Perhatian Khusus

Sejak tahun 2008, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Penataan Ruang telah mencoba menyusun ‘Telapak Ekologis Indonesia’ melalui kerja sama dengan Global Footprint Network (GFN). “Telapak Ekologis Indonesia ini merupakan cerminan dari tingkat pemanfaatan sumber daya alam oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,” demikian ujar Direktur Penataan Ruang Wilayah Nasional Iman Soedradjat dalam acara forum diskusi antara Ditjen Penataan Ruang, GFN, dan sektor terkait, di Jakarta (17/4).

lebih lanjut iman menjelaskan, walaupun dari hasil perhitungan telapak ekologis Indonesia secara umum masih mengalami surplus sumber daya alam, tetapi khusus untuk Pulau Jawa dan Pulau Bali sudah mengalami defisit sumber daya alam yang cukup memprihatinkan sehingga tetap membutuhkan perhatian khusus.

Pada kesempatan yang sama, Director Worlds Outreach and Media, Asia and Regional Lead GFN Pati Poblete mengutarakan, Indonesia adalah negara berkembang yang mengusung tema berkelanjutan, sehingga perhitungan telapak ekologis adalah sesuatu yang sudah sepantasnya dilakukan bersama untuk menjaga nilai-nilai ekologis Indonesia yang sudah mendekati ambang batasnya. “GFN memposisikan Indonesia sebagai prioritas dalam menerapkan metoda perhitungan telapak ekologis yang telah dikembangkan karena Indonesia sudah mampu menghitung nilai telapak ekologisnya sejak 2008 yang lalu,” imbuhnya.

Ditambahkan Pati, rendahnya angka biokapasitas (kapasitas ekosistem untuk menghasilkan material biologi yang berguna untuk menyerap buangan material hasil kegiatan mansia) di seluruh dunia justru disebabkan juga oleh meningkatnya kebutuhan manusia akan sumber daya alam. Sebagai gambaran umum, bumi membutuhkan satu setengah tahun regenerasi sumber daya alam untuk satu tahun penggunaan sumber daya alam oleh manusia saat ini. Analogi ekonominya adalah bahwa manusia melakukan konsumsi lebih besar dari simpanan yang dimilikinya. Akibat dari konsumsi berlebihan tersebut dapat dilihat pada fenomena perubahan iklim, erosi tanah, kekurangan air, deforestasi, dan sebagainya.

Di akhir penjelasannya, Pati menegaskan bahwa metode yang dikembangkan oleh GFN hanya sebuah metode perhitungan untuk menghasilkan suatu data yang dapat dijadikan salah satu dasar penyusunan kebijakan pembangunan suatu wilayah yang memperhatikan keseimbangan kebutuhan dan ketersediaan sumber daya alam.

Pada sesi diskusi yang dimoderatori oleh Kasubdit Program dan Anggaran DJPR Agus Sutanto, beberapa isu yang terangkat adalah perhitungan nilai telapak ekologis dapat dilakukan dalam skala wilayah yang lebih kecil, metode perhitungan nilai telapak ekologis suatu negara yang menggunakan skala pembanding nilai telapak ekologis rata-rata dunia, berbagai contoh bentuk kebijakan yang berhasil dilakukan oleh beberapa negara lain setelah mereka menghitung nilai telapak ekologisnya, serta kondisi ideal perhitungan telapak ekologis yang seyogyanya dilakukan setiap tahun seiring dengan pemutakhiran data. Walaupun telapak ekologis Indonesia masih dalam keadaan surplus, namun bila kebijakan pembangunan tidak memperhatikan ketersediaan sumber daya alam, maka suatu saat Indonesia akan mengalami defisit sumber daya alam.

Forum diskusi ini dihadiri oleh perwakilan dari Menko Perekonomian, Kementerian Pertanian, Ditjen Cipta Karya, Ditjen Sumber Daya Air, Asia Foundation, para tenaga ahli yang pernah terlibat dalam penyusunan Telapak Ekologis Indonesia, serta staf terkait Ditjen Penataan Ruang. (eq/nil/har)


Sumber : admintaru_180411


  BERITA DARI MEDIA
21/4/2014 | http://www.radarlampung.co.id
Wajah Kota Makin Amburadul
21/4/2014 | http://www.radarlampung.co.id
Kadistako: Tetap Mengacu Perda RTRW
21/4/2014 | http://www.republika.co.id/
Kementerian PU Siapkan Rp 1,5 Miliar Per Hektare untuk RTH
14/4/2014 | http://www.indopos.co.id/
Harus Tunggu Rekomendasi Gubernur, Kadin Minta Pembangunan Diratakan
14/4/2014 | http://beritakotamakassar.com/
Dinas Tata Ruang akan Terapkan RTH ke Toko dan Mall

 



Total Pengunjung :
  · Perpustakaan
  · e-Procurement
  · Visualisasi Metropolitan
  · Metadata
   
   
· Balai Informasi Penataan Ruang
· SUD Forum Indonesia
· Rencana Perkotaan di Provinsi OSAKA
· Hari Tata Ruang Nasional (WTPD) 2013
· RTRWN
· RTR PULAU DAN RTR KSN
· Status Perda RTRW
· Database RTRW Prov, Kab. dan Kota
· Informasi Perkotaan
· Program dan Anggaran
· Peraturan dan Perundangan (SIKUMTARU)

© 2004 - 2013 # v5.0. DIREKTORAT JENDERAL PENATAAN RUANG - KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM - All rights reserved
Gedung Ditjen SDA & Ditjen Penataan Ruang Lt.4 Jl. Pattimura No. 20 Keb. Baru Jakarta Selatan 12110 Telepon/Fax : 021-7231611