Pengumuman
 Penjaringan Prakarsa Pengembangan Kawasan Perdesaan Berkelanjutan                         Anda PEDULI TATA RUANG ? AYOOO... Laporkan bila terjadi Pelanggaran Penataan Ruang, Hubungi : Sekretariat PPNS Penataan Ruang di 021-72784660                         Download Cover Kegiatan 2013                        
SARAN DAN PENGADUAN
LAYANAN INFORMASI PUBLIK
BUKU TAMU

  BERITA PENATAAN RUANG
Home
 


 13 Agustus 2010 | Program

DATARAN TINGGI DIENG PERLU PENANGANAN PENATAAN RUANG

Kawasan Dataran Tinggi Dieng (DTD) merupakan wilayah hulu DAS Serayu yang termasuk Wilayah Sungai Strategis Nasional dan berfungsi sebagai kawasan lindung bagi kawasan di bawahnya. Namun dalam perkembangannya Dataran Tinggi Dieng mengalami banyak permasalahan, diantaranya tingginya alih fungsi lahan berfungsi lindung menjadi budi daya. Hal inilah yang melatarbelakangi dilaksanakannya Diskusi Terfokus Penataan Ruang Kawasan Dataran Tinggi Dieng, di Wonosobo pekan lalu.

Selain permasalahan di atas, berbagai permasalahan lainnya yang terjadinya antara lain pembiaran kerusakan hulu Sungai Serayu di DTD dalam jangka waktu cukup lama, meningkatnya bencana lingkungan di kawasan bawah DTD yang mengakibatkan tingginya social cost dan berkurangnya opportunity cost, tidak adanya law enforcement yang tegas dan jelas terkait penanganan kerusakan luar biasa DTD, serta lemahnya grand design kebijakan penanganan masalah DTD memerlukan pendekatan terpadu berbasis penataan ruang, seperti dijelaskan Kasubdit Pengembangan Kawasan Wilayah Jawa Bali Direktorat Jenderal Penataan Ruang, Kementerian Pekerjaan Umum, Firman H. Napitupulu.

Dalam kesempatan yang sama, turut hadir Bupati Wonosobo Abdul Kholiq Arif yang menyampaikan perlunya penanganan Kawasan DTD melalui pengembangan program pemulihan dan penataan ruang kawasan. Abdul Kholiq juga berharap terdapat sinkronisasi antara penataan ruang kawasan Dataran Tinggi Dieng dan RTRW Kabupaten yang sedang disusun.

Selain dihadiri wakil dari internal Ditjen Penataan Ruang dan Bupati Wonosobo, diskusi ini juga dihadiri oleh para pemangku kepentingan di Kawasan DTD diantaranya wakil dari Bappeda, Sekretariat Daerah, Dinas Cipta Karya serta Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Bappeda dan dinas-dinas terkait di Kabupaten Wonosobo, Tim Kerja Pemulihan Dieng Kabupaten Wonosobo, Perhutani, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu-Opak, Badan Pengelola Daerah Aliran Sungai (BP DAS) Serayu-Opak- Progo, Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Banjarnegara, Bappeda Kabupaten Batang, serta Bappeda Kabupaten Temanggung.

Melalui diskusi ini diperoleh kesimpulan bahwa pendekatan penataan ruang dalam upaya mengatasi permasalahan kawasan DTD dalam bentuk arahan pemanfaatan ruang serta arahan pengendalian pemanfaatan ruang insentif dan disinsentif menjadi sangat penting. (nr/ww)


Sumber : admintaru_130810


  BERITA DARI MEDIA
25/4/2014 | http://beritakotamakassar.com
Jalan Lingkar Tidak Masuk RTRW Sulbar
24/4/2014 | http://www.sapos.co.id
RTH Samarinda Belum Penuhi Standar
24/4/2014 | http://www.sapos.co.id/
Lahan Bakal Dipangkas untuk RTH
21/4/2014 | http://www.radarlampung.co.id
Wajah Kota Makin Amburadul
21/4/2014 | http://www.radarlampung.co.id
Kadistako: Tetap Mengacu Perda RTRW

 



Total Pengunjung :
  · Perpustakaan
  · e-Procurement
  · Visualisasi Metropolitan
  · Metadata
   
   
· Balai Informasi Penataan Ruang
· SUD Forum Indonesia
· Rencana Perkotaan di Provinsi OSAKA
· Hari Tata Ruang Nasional (WTPD) 2013
· RTRWN
· RTR PULAU DAN RTR KSN
· Status Perda RTRW
· Database RTRW Prov, Kab. dan Kota
· Informasi Perkotaan
· Program dan Anggaran
· Peraturan dan Perundangan (SIKUMTARU)

© 2004 - 2013 # v5.0. DIREKTORAT JENDERAL PENATAAN RUANG - KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM - All rights reserved
Gedung Ditjen SDA & Ditjen Penataan Ruang Lt.4 Jl. Pattimura No. 20 Keb. Baru Jakarta Selatan 12110 Telepon/Fax : 021-7231611