Pengumuman
 Anda PEDULI TATA RUANG ? AYOOO... Laporkan bila terjadi Pelanggaran Penataan Ruang, Hubungi : Sekretariat PPNS Penataan Ruang di 021-72784660                        

  BERITA PENATAAN RUANG
Home
 


 14 Juni 2010 | Sekretariat

DIPERLUKAN KOLABORASI REGIONAL ASIA DALAM MENGENDALIKAN TELAPAK EKOLOGIS WILAYAH

Hasil COP 15 Kopenhagen telah memberikan sinyal kepada semua pihak termasuk pihak pemerintah dan politikus akan betapa sulitnya melakukan upaya kolektif melestarikan pembangunan berkelanjutan dalam konstelasi berbagai kepentingan global. Terlebih lagi apabila dikaitkan dengan issue perubahan iklim, sementara sudah sangat terbatasnya sumberdaya ekologis, dan telah mencapai krisis beberapa diantaranya, seperti pangan, energi, dan air, demikian disampaikan oleh Presiden Global Footprint Network (GFN), Mathis Wackernagel PhD., dalam acara Konperensi Telapak Ekologis “Footprint Forum 2010: Meet the Winners of the 21st Century”, di Il Palazzone, Colle di Val d’Elsa, Siena, Tuscany, Italia, pada hari Kamis (10/6/2010).

Konperensi tersebut dihadiri oleh tidak kurang dari 250 orang dari berbagai belahan dunia, baik dari kalangan akademisi, peneliti, praktisi, ahli, dan wakil pemerintah yang kompeten di bidang pembangunan berkelanjutan dan perubahan iklim, termasuk dari negara-negara di Asia seperti Malaysia, Filipina, Jepang dan Indonesia. Kegiatan konperensi meliputi policy seminar, forum roundtables, academic conference, public footprint conference, dan rechnical training.

Perhitungan telapak ekologis (ecological footprint) global yang dilakukan oleh GFN telah menunjukkan bahwa secara umum telapak ekologis seluruh ruang wilayah dunia telah menuju kondisi ketidakmampuan sumberdaya alam di dalam menyangga kehidupan manusianya, dan akan tidak terelakkan apabila kita masih melakukan pembangunan wilayah, mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, hanya berdasarkan mindset lama dan praktik-praktik business as usual (BAU), maka kelestarian kehidupan generasi mendatang akan semakin terancam.

Di sela-sela acara konperensi dalam pertemuan khusus dengan Dirjen Penataan Ruang Kementerian PU, Imam S Ernawi, Mathis memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Indonesia yang telah lebih maju dalam memelopori perhitungan sendiri telapak ekologis, dibandingkan dengan sesama negara-negara di Asia. Pada kesempatan tersebut, Imam menjelaskan bahwa sudah seharusnya tiap negara mampu menghitung kinerja telapak ekologisnya masing-masing, agar lebih siap dan memahami arah tindakan ke depan dalam pengembangan wilayah yang diperlukan. Imam juga sempat menyerahkan kepada Mathis buku hasil perhitungan Telapak Ekologis Indonesia, yang baru saja selesai disusun oleh Kementerian PU. Buku tersebut sekaligus sebagai masukan koreksi kepada GFN akan perhitungannya pada tahun 2008 tentang telapak ekologis di Indonesia, walaupun diakui terdapat sedikit perbedaan hasil akhir perhitungan, namun telah sama-sama menunjukkan bahwa kondisi telapak ekologis Indonesia sedang menuju defisit, sebagai peringatan bagi Indonesia untuk melakukan tindakan segera dan inovatif dalam pengembangan wilayah, mitigasi dan padaptasi perubahan iklim, khususnya melalui basis penataan ruang secara sistemik.

Melihat concern yang paling maju dari Indonesia, dibandingkan negara-negara lainnya di Asia, Mathis menyarankan agar Indonesia dapat berperan aktif dalam mengembangkan kerjasama atau kolaborasi regional dalam mengendalikan telapak ekologis wilayah di tingkat Asia, yang saat ini belum terbentuk, agar tidak tertinggal dari negara-negara lainnya seperti di Uni Eropa dan belahan Amerika. Kalau melihat respon dari beberapa peserta Asia, seperti dari Filipina dan Jepang, Imam yakin bahwa kolaborasi tersebut akan dapat segera terwujud, namun yang lebih penting lagi bagi Indonesia adalah bagaimana upaya kolektif nasional segera dapat dilakukan, upaya yang terpadu lintas sektoral dan wilayah, khususnya untuk penanganan pengembangan wilayah di Jawa dan Bali, karena kondisi telapak ekologisnya sudah mencapai tingkat defisit (ise/pr1).


Sumber : 14062010_admintaru


  BERITA DARI MEDIA
21/10/2014 | http://analisadaily.com/
Pembalakan Liar Jadikan Aceh Utara Langganan Banjir
20/10/2014 | http://daerah.sindonews.com/
Proyek Jalan Tol Ubah Tata Ruang Kabupaten Pasuruan
16/10/2014 | http://www.medanbisnisdaily.com/news
Mendagri Canangkan Batubara Pusat Kawasan Industri Aluminium
16/10/2014 | http://nasional.republika.co.id/
DPRD Ingin Adanya Taman Interaktif di Kelurahan
13/10/2014 | http://berita.suaramerdeka.com/
Penyusunan Raperda Tata Ruang Purwokerto Libatkan Masyarakat

 



Total Pengunjung :
  · Perpustakaan
  · e-Procurement
  · Visualisasi Metropolitan
  · Metadata
   
   
· Balai Informasi Penataan Ruang
· SUD Forum Indonesia
· Rencana Perkotaan di Provinsi OSAKA
· Hari Tata Ruang Nasional (WTPD) 2013
· RTRWN
· RTR PULAU DAN RTR KSN
· Status Perda RTRW
· Database RTRW Prov, Kab. dan Kota
· Informasi Perkotaan
· Program dan Anggaran
· Peraturan dan Perundangan (SIKUMTARU)

© 2004 - 2014 # v5.0. DIREKTORAT JENDERAL PENATAAN RUANG - KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM - All rights reserved
Gedung Ditjen SDA & Ditjen Penataan Ruang Lt.4 Jl. Pattimura No. 20 Keb. Baru Jakarta Selatan 12110 Telepon/Fax : 021-7231611, Email : datinpr@pu.go.id