Tersedianya data dan informasi spasial yang akurat untuk pengambilan keputusan (decision support system) merupakan tujuan yang ingin dicapai dalam pengembangan dan penyebarluasan sistem informasi di kawasan Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi-Cianjur (jabodetabekjur). Demikian keynote speech Dirjen Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Imam S. Ernawi yang dibacakan oleh Direktur Penataan Ruang Wilayah II, Sri Apriatini Soekardi dalam Seminar Pembakuan Sistem Informasi Spasial Dalam Rangka Penyebarluasan Informasi dan Pemberdayaan Masyarakat di Kawasan Jabodetabekjur, Jakarta (29/1).
Lebih lanjut Sri mengungkapkan, upaya penyediaan data dan informasi spasial dimaksudkan untuk mewujudkan alat bantu pengembangan keputusan secara terpadu. Tersebarnya data di berbagai instansi dengan format dan legenda yang berbeda merupakan salah satu kendala dalam pengembangan sistem informasi spasial Kawasan Jabodetabekjur. “Untuk itu perlu adanya suatu penyeragaman struktur dan format data agar dapat saling tukar informasi untuk dipergunakan bersama,” tegas Sri.
Menanggapi hal tersebut, Kasubdit Lintas Wilayah II Doni Janarto Widiantono menjelaskan, data yang tersebar akan memiliki sinergi apabila disatukan dalam satu sistem informasi spasial, dan keseragaman akan menjamin kompabilitas data yang dapat diakses, baik secara online maupun offline.

“Pemutakhiran data akan menambah akuntabilitas dan validitas data yang di bangun dalam sistem informasi spasial,” imbuh Doni Janarto.
Salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan sistem informasi spasial ini dilakukan melalui pemberian pelatihan. Pelatihan ini diikuti oleh perangkat aparat kecamatan di delapan lokasi percontohan. Nantinya aparat tersebut yang akan mengoperasikan sistem informasi spasial di lingkungannya masing-masing, sehingga masyarakat dapat mengakses maupun memberikan informasi ke dalam Sistem Informasi Spasial Kawasan Jabodetabekjur.
Diharapkan melalui upaya pengembangan sistem informasi spasial ini, semangat kebersamaan dalam bertukar informasi dan saling mengisi dapat tercipta. Sampai saat ini, Sistem Informasi Spasial Kawasan Jabodetabekjur yang dikembangkan belum seperti yang diharapkan. Namun, paling tidak diketahui pentingnya kebutuhan masyarakat terhadap sistem informasi spasial khususnya di Kawasan Jabodetabekjur, tandas Sri. (ww/cd/ibm)