Versi Inggris
| Pukul : 2:39:28 AM                                                                                                                                                       
   DETAIL BERITA PENATAAN RUANG

 29 Januari 2010 | Program

Penyebarluasan Informasi Spasial Kawasan Jabodetabekjur Melalui Pemberdayaan Masyarakat

Tersedianya data dan informasi spasial yang akurat untuk pengambilan keputusan (decision support system) merupakan tujuan yang ingin dicapai dalam pengembangan dan penyebarluasan sistem informasi di kawasan Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi-Cianjur (jabodetabekjur). Demikian keynote speech Dirjen Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Imam S. Ernawi yang dibacakan oleh Direktur Penataan Ruang Wilayah II, Sri Apriatini Soekardi dalam Seminar Pembakuan Sistem Informasi Spasial Dalam Rangka Penyebarluasan Informasi dan Pemberdayaan Masyarakat di Kawasan Jabodetabekjur, Jakarta (29/1).

Lebih lanjut Sri mengungkapkan, upaya penyediaan data dan informasi spasial dimaksudkan untuk mewujudkan alat bantu pengembangan keputusan secara terpadu. Tersebarnya data di berbagai instansi dengan format dan legenda yang berbeda merupakan salah satu kendala dalam pengembangan sistem informasi spasial Kawasan Jabodetabekjur. “Untuk itu perlu adanya suatu penyeragaman struktur dan format data agar dapat saling tukar informasi untuk dipergunakan bersama,” tegas Sri.

Menanggapi hal tersebut, Kasubdit Lintas Wilayah II Doni Janarto Widiantono menjelaskan, data yang tersebar akan memiliki sinergi apabila disatukan dalam satu sistem informasi spasial, dan keseragaman akan menjamin kompabilitas data yang dapat diakses, baik secara online maupun offline.


“Pemutakhiran data akan menambah akuntabilitas dan validitas data yang di bangun dalam sistem informasi spasial,” imbuh Doni Janarto.

Salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan sistem informasi spasial ini dilakukan melalui pemberian pelatihan. Pelatihan ini diikuti oleh perangkat aparat kecamatan di delapan lokasi percontohan. Nantinya aparat tersebut yang akan mengoperasikan sistem informasi spasial di lingkungannya masing-masing, sehingga masyarakat dapat mengakses maupun memberikan informasi ke dalam Sistem Informasi Spasial Kawasan Jabodetabekjur.

Diharapkan melalui upaya pengembangan sistem informasi spasial ini, semangat kebersamaan dalam bertukar informasi dan saling mengisi dapat tercipta. Sampai saat ini, Sistem Informasi Spasial Kawasan Jabodetabekjur yang dikembangkan belum seperti yang diharapkan. Namun, paling tidak diketahui pentingnya kebutuhan masyarakat terhadap sistem informasi spasial khususnya di Kawasan Jabodetabekjur, tandas Sri. (ww/cd/ibm)


Sumber : admintaru_290110
8 September 2010 |
Penyepakatan Substansi Raperpres RTR Sarbagita
Memenuhi Inpres No.1/2010 tentang Percepatan Prioritas Pembangunan Nasional Tahun 2010, khususnya bidang penataan ruang, Ditjen Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum (PU) segera melakukan proses p [...]

8 September 2010 |
Penyepakatan Substansi Raperpres RTR Sarbagita

3 September 2010 | Perkotaan
Raperpres RTR Perbatasan Negara di Kalimantan Mulai Dibahas

3 September 2010 | Program
Pembangunan Berkelanjutan Untuk Mengendalikan Perkembangan Kota

2 September 2010 | Perkotaan
Kabupaten Boalemo Siap Ajukan RTRW ke BKPRN

2 September 2010 | Program
Raperpres RTR Perkotaan Sarbagita Disepakati

1 September 2010 | Wilayah II
Pemerintah Upayakan Penyelamatan Ekosistem Kawasan Danau Toba

1 September 2010 | Nasional
Insentif dan Disinsentif, Perangkat Pengendalian Pemanfaatan Ruang

1 September 2010 | Perkotaan
Tomia dan Wangi-wangi Layak Menjadi KSK Wakatobi

1 September 2010 | Perkotaan
Tana Toraja Diarahkan Pada Pemanfaatan Potensi Alam Yang Ada

31 Agustus 2010 | Nasional
Telah Disusun Pedoman Penataan Ruang Baru Bagi Kabupaten/Kota

 

Copyright © Direktorat Jenderal Penataan Ruang - Departemen Pekerjaan Umum.
Gedung Baru Lt.3 Jl. Pattimura No. 20 Keb. Baru Jakarta Selatan 12110, Telepon/Fax : 021-7267762, email: admditpr@pu.go.id. All rights reserved. v4.0 # 2004 - 2010